6064 – ALIARAS WAHID | Just another Weblog Universitas Esa Unggul site

A T M

Judul kali ini bukan tutorial mengambil atau mungkin membobol ATM, namun judul tersebut merupakan singakatan dari Amati Tiru Modifikasi.

Setiap orang pada umumnya pasti akan selalu dibingungkan ketika ditanya, usaha apa yang ingin anda bangun ? Ide usaha memang menjadi kekayaan pertama ketika orang ingin membangun usaha dari nol. Perlu diketahui bahwa negara seperti China atau Jepang kenapa lebih maju dari pada Indonesia, karena mereka banyak yang membuat inovasi dari hasil karya di negara-negara barat, sebagai contoh : industri mainan anak-anak produksi negara barat selalu dipatok dengan harga mahal karena memang kualitas bahan lebih bagus, namun negara China mampu membuatnya dengan produksi yang lebih murah dan kualitas tidak begitu lebih baik.

Namun mereka lebih melihat pangsa pasar dan kemampuan daya beli masyarakat di dunia. Karena hampir separuh lebih penduduk di dunia pasti orang kalangan menengah kebawah. Untuk itu kalo kita ciptakan produk barang pasti yang harus kita lihat adalah siapa penggunanya/konsumennya. Bisa saya simpulkan bahwa kalau kemampuan kita belum mampu membuat sesuatu yang baru, cukup kita bisa menirunya saja dari yang ada kemudian buatlah inovasinya dan kemudian akan menjdi sesuatu yang berharga dan punya nilai jual yang lebih.

Wahai saudaraku, marilah kita bangkit dari keterpurukan krisis ini, sampai kapan ekonomi akan lebih baik ? semuanya tidak ada yang tahu, yang tahu hanya diri kita sendiri, seberapa besar kemampuan kita menjadi lebih baik dan memberikan manfaat kepada orang lain. Marilah kita bantu mereka yang belum pernah mengenyam pendidikan dengan sedikit ilmu yang kita peroleh. Berikan motivasi diri agar mereka yakin bahwa mereka mampu. Kami yakin dengan keyakinan yang timbul pada diri mereka sendiri, maka akan membangkitkan gairah usaha yang berlebih dan akhirnya memotivasi kita untuk menjadi lebih baik dalam kualitas hidup. Marilah kita fokus terhadap perbaikan mental pribadi masing-masing. Janganlah terlalu berlebih-lebihan menilai kelebihan kita sendiri, jangan terlalu melihat keburukan orang lain, jangan mau diadu domba untuk saling bertentangan apalagi masalah agama, budaya dan kesukuan. Ingatlah bahwa Tuhan telah menciptkan kita sudah berbeda-beda, kenapa kita selalu merisaukannya. Marilah introspeksi untuk diri kita sendiri, bahwasanya kita saudara. Biarkanlah Israel bagaikan manusia kesurupan yang haus akan darah manusia, karena yang mereka pikirkan hanya perang dan perang lagi. Damai itu sebuah keindahan dan tentunya akan memberikan kualitas hidup yang lebih baik. Jangan tunggu lama-lama lagi GALILAH Ide anda saat ini, tirulah sesuatu yang ada dan Modifikasilah menjadi sesuatu yang lebih.

Metal Karyawan Vs Metal Wirausaha

Merubah mental karyawan menjadi mental wirausahawan, adalah topik yang menarik untuk dibahas weekend yang cerah ini. Kendala utama yang dihadapi saat memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha atau wirausahawan adalah engubah mental dirinya sendiri, yaitu dari mental karyawan menjadi mental wirausaha. Tetapi ada juga yang langsung dengan mudah berubah dari kuadran karyawan menjadi kuadran pemilik usaha. Mau tahu trik-triknya? Silahkan disimak.

Sebelumnya kita definisikan mental karyawan itu seperti apa, sih ?

Mental karyawan itu biasanya sangat hitung-hitungan. Kalau tidak dibayar ya tidak bekerja. Kalau tidak diharuskan datang pagi ya tidak datang pagi. Kalau tidak ada uang lembur ya tidak lembur. Itulah karyawan. Hayo siapa yang ngerasa nih?

Sedangkan pemilik usaha atau wirausahawan sudah tidak memiliki mental seperti itu lagi. Memang dia bangun pagi untuk sesuatu yang disukainya, dia bekerja karena memang harus bekerja, dia menyenangi pekerjaannya sehingga tidak harus disuruh oleh siapapun. Nah, apabila ada orang bekerja dengan semangat seperti itu, dia memiliki potensi yang lebih baik untuk berhasil sebagai usahawan. Tetapi jika anda memiliki sikap seperti yang tadi saya contohkan, maka betul-betul diperlukan kekuatan besar untuk merubah. Caranya, bukan hanya merubah menjadi seorang yang semangat bekerja. Tetapi anda harus mencari sesuatu yang menyenangkan untuk dikerjakan. Baru berwirausaha.

Wirausahawan, dia bisa melakukan sesuatu yang betul-betul dia sukai. Salah satu tanda bahwa seseorang berhasil dalam sebuah usaha adalah jika Anda mau bangun pagi karena melakukan usaha itu. Banyak karyawan yang tidak datang pagi kalau tidak diharuskan, tapi banyak orang yang menghindari datang pagi karena sebenarnya betul-betul tidak suka dengan apa yang dikerjakan.

Salah satu tanda seorang wirausahawan adalah dia sangat komit. Sangat bersungguh-sungguh karena dia memang sangat suka dengan apa yang dilakukannya. Nah, untuk orang-orang yang menyukai pekerjaannya, langit memudahkan rejeki. Kadang kita takut mulai wirausaha karena kita tidak percaya pada konsep rejeki.

Sekian dulu artikel di pagi ini, semoga lebih memantabkan kita untuk segera action menjadi pengusaha.

Pola Pikir

“…whatever is true, whatever is noble, whatever is right, whatever is pure, whatever is lovely, whatever is admirable—if anything is excellent or praiseworthy—think about such things” (Apostle Paul to Philippians)

Apa yang kita pikirkan menentukan apa yang akan kita lakukan. Pola pikir kita ini akan mempengaruhi karakter, kebiasan (habits), perilaku dan sikap kita. Pola pikir ini sangat dipengaruhi oleh sistim kepercayaan atau sistim nilai yang kita miliki, nilai-nilai keluarga, pendidikan, dan lingkungan. Karena itu kita harus memastikan agar pola pikir kita hanya dibentuk dan dipengaruhi dengan nilai-nilai yang baik dan benar.

Sebuah transformasi (perubahan) pola pikir harus terjadi, jika kita ingin mengembangkan hidup yang berkualitas. Perubahan ini dimaksudkan supaya semua potensi, bakat, dan talenta kita bisa dikembangkan secara optimal, dan menghasilkan sebuah keluaran (output) dengan kualitas terbaik.

Mind Set (Pola Pikir) adalah inti dari Self Learning atau pembelajaran diri. Inilah yang menentukan bagaimana kita memandang sebuah potensi, kecerdasan, tantangan dan peluang sebagai sebuah proses yang harus diupayakan dengan ketekunan, kerja keras, komitmen untuk tercapainya kebehasilan visi dan tujuan hidup kita.

Proses pembelajaran diri selalu dimulai dari perumusan visi dan misi hidup. Inilah yang akan memandu arah dan jalan keberhasilan kita. Inilah yang akan mengarahkan kemana tujuan kita dan menjadi seperti apakah kita nanti. Namun itu tidak cukup. Perlu sebuah mind set yang berkembang (growth mindset) yang akan menjadi katalisator dalam merespon setiap peluang, tantangan, dan perubahan dan mengubahnya menjadi sebuah proses  yang dijalankan dengan ketelatenan, usaha, dan komitmen yang kontinyu dan berkelanjutan, untuk menjadi berhasil, berkembang, dan berkualitas.

Seseorang dengan mindset berkembang akan selalu memandang bahwa bakat, kecerdasan, dan kualitas adalah sesuatu yang bukan given  (sudah ditetapkan), tetapi bisa diperoleh melalui upaya-upaya tertentu. Karena itu hidup dalam pemanfaatan peluang dan tantangan untuk berkembang adalah jiwa dari orang dengan mindset berkembang ini. Keberhasilan dimaknai sebagai “berusaha lebih baik”, dan kegagalan dimaknai sebagai “kurangnya ketrampilan dan pengalaman”. Karena itu kegagalan perlu diresponi dengan sebuah upaya untuk bekerja lebih keras, lebih tekun, lebih bermotivasi.

Sebuah survey Gallup tentang “Karakter Orang-orang Sukses di Amerika” menjelaskan bahwa hampir semua orang yang berhasil, berkualitas dan berkembang kehidupannya, adalah mereka-mereka yang memiliki mindset berkembang, seperti: kerja keras, tujuan yang jelas, hasrat belajar yang tinggi, tidak pernah berhenti belajar pada satu bidang tetapi selalu mencoba bidang lain, menghargai kemampuan pengembangan logika, terus berusaha untuk berubah dan berkembang dan sebagainya. Hidup yang berkualitas dan berkembang bisa dicapai karena mindset yang benar sudah mendarahdaging dan menjelma dalam karakter, kebiasaan, sikap dan perilaku orang-orang sukses.

Tujuh Hukum Seorang Pembelajar (7 Laws of Learner)

Seorang pembelajar yang baik selalu mengikuti hukum-hukum yang menjadikannya pribadi yang pantang menyerah, selalu terbuka kepada perubahan, dan bersedia untuk berubah. Inilah Tujuh Hukum Seorang Pembelajar:

1. Kesuksesan itu menyangkut pembelajaran, pengembangan diri, dan proses menjadi lebih cerdas.

Tidak pernah ada kesuksesan tanpa pembelajaran. Tidak pernah ada pembelajaran jika tidak ada tujuan yang ingin dicapai. Belajar untuk menerima perubahan, tantangan, dan peluang. Belajar untuk selalu ingin tahu untuk peningkatan pengetahuan. Belajar untuk bersedia berubah dan berkembang.

2. Kecerdasan berkaitan dengan proses mempelajari sesuatu seturut dengan waktu; menghadapi tantangan dan menciptakan kemajuan.

Kecerdasan selalu bisa ditingkatkan melalui upaya yang tekun dan sungguh-sungguh. Itu bukan sesuatu yang ditetapkan. Walaupun beberapa orang memang dianugerahi dengan kecerdasan yang luar biasa, namun kecerdasan sejati adalah kecerdasan yang diperoleh dengan proses belajar, bersedia menghadapi tantangan, dan berhasil menciptakan kemajuan dalam setiap tahapan prosesnya.

3. Kegagalan sama sekali tidak menentukan nasib. Itu adalah persoalan yang harus dihadapi. dipelajari, dipecahkan, dan diambil hikmahnya.

Kegagalan bukanlah segala-galanya. Itu tidak menentukan masa depan kita. Dalam diri seseorang dengan mindset berkembang, kegagalan adalah sebuah persoalan yang perlu ditangani dan dipecahkan dengan usaha dan upaya yang lebih memadai dibanding sebelumnya. Kegagalan menjadi motivasi bagi orang dengan mindset berkembang untuk bekerja lebih baik, dengan fokus memperbaiki kelemahan dan kekurangan.

4. Upaya adalah sesuatu untuk menyalakan kemampuan dan mengubahnya menjadi pencapaian. Kemampuan dapat ditingkatkan.

Upaya itu diibaratkan sebagai pemantik api yang akan menggelorakan kapabilitas, kompetensi dan kemampuan orang apabila dilakukan dengan tekad dan komitmen yang kuat. Karena itu haruslah dipastikan supaya motivasi, tekad, dan komitmen tidak pernah padam dalam proses mentransformasi kemampuan menjadi pencapaian.

5. Keingintahuan (belajar) terus menerus tanpa akhir, serta pencarian akan tantangan.

Jiwa seorang pembelajar adalah hasrat yang tidak pernah berhenti untuk belajar dalam segala hal. Tidak ada waktu sedikitpun untuk berhenti dari hasrat itu. Mengembangkan rasa ingin tahu dengan mencari tantangan baru. Tidak pernah puas dengan kondisi sekarang, tetapi selalu mencari jalan untuk perbaikan dan pengembangan. Ketika hasrat itu padam, mati jugalah jiwa sang pembelajar

6. Bertanggung jawab terhadap proses-proses yang membawanya kepada keberhasilan dan mempertahankannya.

Setiap proses yang membentuk karakter dan kebiasan sukses harus dipertanggungjawabkan dengan  mempertahankan proses tersebut, ketika tantangan menjadi lebih berat dan sulit. Walaupun mungkin proses tersebut harus diupayakan lebih keras, lebih tekun, lebih bersemangat dibandingkan sebelumnya. Tetapi inilah arti pertumbuhan. Tidak akan pernah menghadapi situasi dan tantangan yang sama. Namun proaktif mencari situasi dan tantangan yang jauh lebih berat dan sulit dibandingkan sebelumnya. Seorang pembelajar haruslah memastikan untuk terus mempertahankan, bahkan meningkatkan kualitas karakter yang membawanya kepada keberhasilan sebelumnya. Inilah mentalitas sang juara

7. Bersedia menerima umpan balik dan kritik untuk peningkatan kualitas dan kemajuan

Umpan balik bisa menjadi obat maupun racun. Tergantung sikap dan mindset orang. Seorang pembelajar yang sadar akan proses, selalu mencari umpan balik untuk perbaikan yang dibutuhkan. Tidak pernah alergi dengan kritik yang bertubi-tubi, betapapun tajamnya kritik tersebut. Bagi seorang pembelajar banyaknya kritik tidak menentukan masa depannya, walaupun mungkin kritikannya memang benar. Jika kegagalan yang dihadapinya dan banyak kritik yang diperolehnya, seorang pembelajar dengan mindset berkembang akan terlecut hatinya untuk meningkatkan upayanya karena pola pikirnya yang menempatkan kegagalan sebagai kurangnya ketrampilan dan pengalaman. Kritik adalah obat yang menyehatkannya.

Memulai Menjadi Seorang Pembelajar

Jika ingin menimba keberhasilan dan menjadi pribadi yang berkualitas, tidak ada jalan lain bahwa kita harus mengalami transformasi mindset kita. Tidak mudah mengubah mind set lama dengan mind set baru, karena perubahannya yang bersifat radikal. Mengubah mindset berarti membongkar kebiasaan dan sikap kita yang lama dan membentuk sebuah karakter baru seorang pembelajar. Visi dan tujuan hidup akan menjadi katalisator perubahan tersebut.

Perubahan mindset ini harus diikuti dengan sebuah identifikasi: peluang dan tantangan apa saja yang kita hadapi dan bisa kita gunakan untuk berkembang. Peluang itu bisa untuk diri sendiri, profesi, maupun untuk orang-orang di sekitar kita

Dan ketika identifikasi itu sudah dilakukan, kita perlu menyusunnya dalam sebuah rencana aksi yang jelas dan terukur. Tentu dibutuhkan komitmen dan tekad yang kuat supaya rencana itu berjalan dengan baik. Jika kita menemui rintangan atau kemunduran, maka kita perlu menyusun ulang rencana berdasarkan umpan balik dan kritik yang kita terima.

Ketika keberhasilan sudah mulai bisa dicapai, kita perlu memikirkan bagaimana cara mempertahankan keberhasilan tersebut, bahkan melanjutkan dan meningkatkannya. Tentu ini adalah sebuah proses berulang (circle process) dalam pembentukan karakter, kebiasan, dan perilaku kita menjadi pribadi yang utuh, berkualitas dan berkembang. Jadilah seorang pembelajar yang baik.

Success Mindset

Hampir setiap manusia mempunyai satu atau lebih keinginan dalam dirinya, namun hanya sedikit orang yang dapat mencapai keinginan-keinginan tersebut. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi mengapa keinginan seseorang tidak tercapai, mulai dari mendefinisikan keinginan itu sendiri, memotivasi diri dan yang tidak kalah penting adalah keyakinan untuk mencapai keinginan tersebut.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai Keyakinan atau yang biasa disebut dengan Belief System yang dimiliki manusia sebagai individu untuk mencapai keinginan-keinginannya.

Didalam pikiran (mindset) kita ada sebuah kekuatan yang amat dahsyat yang bisa sangat berperan untuk menggerakkan atau mendrive hidup kita dan memberikan dampak yang luar biasa. Ini yang dinamakan belief atau keyakinan yang terbentuk dalam pikiran seseorang, entah secara sadar atau tidak sadar menentukan setiap sikap, tindakan, dan hasil pencapaian nya.
Kalau yang terbentuk adalah keyakinan mental yang membatasi hidup kita atau yang biasa disebut dengan self limiting belief maka kita akan sulit mencapai atau menggapai keinginan-keinginan yang ada. Ada beberapa contoh keyakinan mental yang tidak mendukung, seperti misalnya :

  • Cari uang itu susah.
  • Saya masih terlalu muda atau sudah tua untuk bisa sukses.
  • Keberhasilan saya ditentukan nasib baik.
  • Saya cacat maka saya ini tidak berguna.
  • Saya tidak punya modal, koneksi, dan fasilitas untuk bisa maju.

Hal-hal tadi apabila Anda yakini maka akan segera menjadi kenyataan “Because you will receive what you believe“. Mengapa Anda tidak menganti dengan keyakinan yang lebih memberdayakan misalnya:

  • Cari uang itu mudah asal tahu caranya dan tempatnya.
  • Saya masih muda maka saya punya banyak energi dan waktu yang lebih atau walaupun saya sudah tua ternyata banyak orang yang sukses diumur yang sudah lanjut.
  • Keberhasilan saya ditentukan oleh tindakan dan usaha saya bukan oleh nasib.
  • Banyak orang cacat yang punya prestasi luar biasa
  • Saya memiliki modal yang menjadi fasilitas untuk maju yaitu kemampuan pikiran saya.

Jika Anda ingin meraih lebih banyak dari apa yang sudah Anda raih saat ini, maka hal yang harus Anda lakukan adalah segera menganti keyakinan mental yang tidak memberdayakan (disempowering belief) dengan keyakinan mental yang memberdayakan (empowering belief) lalu meningkatkan level keyakinan tersebut untuk suatu pencapaian.

Just another Weblog Universitas Esa Unggul site